by

NU Ranting Wonojoyo Gelar Rutinan Setelah PPKM Turun Level

NUkabkediri.or.id -Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama PR NU Wonojoyo Gurah Kediri mengadakan kegiatan rutinan pengajian setelah sekian lama kegiatan terhenti efek pandemi Covid-19. Kegiatan rutinan digelar di  di Masjid Babussalam Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri , Kamis, (22/09)  pukul 19.30 WIB.

 

Dwi May Susanto selaku panitia mepaparkan kegiatan dimulai karena saat ini perberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM sudah turun level hingga lever 1. Artinya kegiatan-kegiatan rutinan sudah bisa dilakukan secara offline namun dengan syarat selalu mematuhi protokol kesehatan prokes.

“Diharap kepada masyarakat yang mengikuti pengajian jika belum vaksin untuk mengikuti vaksinasi yang diadakan di berbagai tempat agar meningkatkan daya tahan tubuh (herd immunity) ,”tegasnya

 

Ahmad Muflih Aminudin selaku peserta menceritakan bahwa sekitar 150-an orang delegasi seluruh Banom NU Ranting Wonojoyo mulai NU, Ansor, bahkah IPNU –IPPNU mengikuti agenda tersebut.

“Meski cuaca sedikit hujan namun antusias terhadap acara ini sangat tinggi. Walaupun diikuti banyak orang, namun mereka sangat khidmat dan mematuhi prokes dalam mengikuti kegiatan tersebut” terangnya

 

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Rayon Abunawas menerangkan jika rangkaian cara dimulai dari pembukaan yang dipimpin oleh Zainur Rohman. Kemudian  dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang pimpin oleh Ustadz Fadholi dari Pondok pesantren Al Ishlah As- Suyuthi dengan menyampaiakan materi dalam .

 

Ustadz Fadholi dalam tausiahnya menyampaikan  cara mendapatkan ilmu itu ada 2. “ilmu berasal dari kita belajar sungguh-sungguh, dan ilmu yang diturunkan (warisan).” ungkapnya

 

Dilanjut pemberian informasi oleh Ahmad Rouf selaku pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama LAZISNU. Ahmad Rouf mensosialisasikan mengenai Lembaga sosial di Desa Wonojoyo, bahwa LAZISNU baru dibentuk namun sudah bisa membantu dalam penanganan pagebluk ini. Mulai dari  pentasyarufan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan , santunan anak yatim, dan untuk kaum dhuafa.

 

“Salah satu usaha yang dilakukan untuk mengisi keuangan LAZISNU yaitu dengan adanya gerakan rosok. Dimana seluruh warga Wonojoyo yang mempunyai rosok bisa diberikan kepada laziznu untuk kemudian dirupakan uang dan ditasyarufkan kemasyarakat, ” pungkasnya

 

Menurut M. Nurizal salah satu dari warga yang turut berpartisipasi  bahwa kegiatan perdana ini seharusnya menjadi langkah awal kita untuk menjalankan kegiatan majlis-majlis yang ada. (dul)

 

Penulis : Abdullah

Editor : Imam Mubarok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita