by

MWC NU Kandat Siap Sukseskan Megengan Akbar Sambut Ramadan

Nukabkediri.or.id– Mendekati bulan Ramadan, umat Islam yang berada di Jawa menyambutnya dengan meriah dan suka cita. Beberapa tradisi yang dilakukan, mulai dari kegiatan menghidupkan malam Nisyfu Sya’ban, megengan, padusan, dan nyekar, akan banyak ditemukan di kalangan masyarakat Islam Jawa.

 

Dalam rangka mewawat  tradisi yang baik tersebut, PCNU kabupaten Kediri akan mengadakan ‘Megengan Akbar’ secara serentak di seluruh wilayah kabupaten Kediri pada tanggal 11 April 2021.

 

Adapun agenda kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Semaan al-Qur’an bil ghoib dan bin-nadhar dengan melibatkan 2000 hafidz/hafidzah yang disebarkan di 500 masjid dan musholla di seluruh kabupaten Kediri. Pelaksanaannya dimulai jam 06.00 WIB dan berakhir jam 13.00 WIB.

 

Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan dengan Istighosah pada jam 19.30 WIB-22.00 WIB di kantor PCNU kabupaten Kediri, bersamaan dengan Lailatul Qiro’ah di musholla al-Makiyah Karangkates, Desa Tambibendo Kecamatan Mojo kabupaten Kediri.

 

Untuk  menyukseskan kegiatan tersebut, PCNU Kabupaten Kediri mengintruksikan kepada seluruh MWCNU di seluruh Kabupaten Kediri. Kemudian, intruksi ini disambut baik oleh Ketua MWCNU Kandat dengan memusyawarahkannya dengan segenap jajaran pengurusnya dan seluruh ketua Ranting NU di seluruh Kecamatan Kandat yang didukung oleh seluruh Banom NU dan Lembaga NU.

 

KH. Ichwanudin ketua MWC NU Kandat menyampaikan bahwa setidak-tidaknya setiap desa di kecamatan Kandat bisa menjadi penyelenggara Semaan al-Qur’an bil ghoib dan bin-nadhar. Sekaligus langkah ini sebagai media dakwah di masyarakat kecamatan Kandat, minimal 1 desa 1 masjid.

 

Dirinya memahami pelaksanaan megengan di kalangan masyarakat Nahdliyin bukan sesuatu yang baru dan sudah rutin dilaksanakan pada tiap tahunnya.

 

Jadi, pelaksanaan Megengan Akbar akan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan yang direncanakan. KH. Ichwanudin mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim ra.:

 

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ (رواه مسلم)

 

Artinya:“Siapa orang yang memulai tradisi baik dalam Islam maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Siapa orang yang memulai tradisi buruk dalam Islam, maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”

 

Ditambahkan  bahwa berdasarkan hadis tersebut di atas, tidak perlu dikhawatirkan untuk melangkah dan mensukseskan kegiatan yang digagas oleh PCNU Kabupaten Kediri.

 

Di akhir wawancara  KH. Ichwanudin menyampaikan agar seluruh pengurus MWCNU, Ranting NU, Banom dan lembaga NU kecamatan Kandat bisa kompak, solid dan saling bekerja sama dalam membangun peradaban dan kemaslahatan umat, sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri NU. (ami)

 

Penulis: Syukron Dawami – LTN NU KEC. KANDAT

Editor : Imam Mubarok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita