Melihat Kesiapan Pondok Pesantren Sirojul ‘Ulum Semanding Pare Kediri Lokasi Konfercab XI PCNU Kabupaten Kediri

news, PCNU, PCNU487 Views

NUkabkediri.or.id, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri akan melaksanakan Konferensi XI Cabang Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Sirojul Ulum Semanding Kabupaten Kediri pada 11-12 November 2022. Untuk lancarnya kegiatan Jumat sore (4/11) dilaksanakan koordinasi Panitia PCNU dengan panitia lokal di Ponpes Sirojul ‘Ulum.

 

KH Yusron Ahmad selaku ketua panitia lokal menjabarkan bahwa persiapan sudah 95 persen, yang terdiri dari kebutuhan 46 ruangan untuk penginapan tamu, peserta dan panitia “Semua fasilitas untuk persiapan konferensi antara halaman tempat utama Konferensi di halaman utama pondok, 46 ruangan untuk penginapan tamu, peserta dan panitia termasuk Kamar mandi ada 6 titik sudah siap untuk sukseskan  konferensi itu” ungkapnya

 

Gus Yus sapaanya menambahkan bawa titik pusat di ndalem kasepuhan dan asrama-asrama pondok pesantren yang berjumlah 5 komplek.  “Untuk Pengurus PCNU nanti di joglo, “imbuhnya

 

KH Yusuf Ahmad Muhsin sebagai pengasuh pondok pesantren berharap semoga kegiatan bisa lancar dan pondok pesantren siap berkidmah kepada Nahdlatul Ulama.  “Semoga pondok mendapat keberkahan”ucapnya

 

Berikut profil pondok pesantren Sirojul Ulum Semanding Pare Kabupaten Kediri:

 

Pada awal berdirinya, pondok pesantren ini berkonsentrasi pada pendalaman kitab-kitab salaf. Namun ketika kepemimpinan pondok pesantren dipegang oleh KH Muhsin Isman, terjadi penambahan materi pendidikan, yaitu program tahafudhul Qur’an yang menjadi bidang keahlian dari KH. Muhsin Isman. Program ini secara tidak langsung berpengaruh pada nama pesantren yang mendapat tambahan “TAHFIDHIL QUR’AN” yang menunjukkan bahwa pondok ini berkonsentrasi pada bidang menghafal al Qur’an, sehingga nama pondok yang dahulu Pondok Pesantren Sirojul ‘Ulum berubah menjadi Pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Sirojul ‘Ulum.

 

 

Penambahan materi ini dimulai sejak KH. Muhsin Isman menempati rumah baru yang terletak di samping rumah mertuanya. Dan juga atas usulan para Kiai sepuh diantaranya KH. Imam Thoha dari desa Sukorejo Plemahan Kediri sekitar tahun 1984, tujuannya untuk melestarikan al Qur’an dan mencetak para penghafal al Qur’an (huffadh) yang mempunyai wawasan keagamaan yang mumpuni dan sifat amanah dalam mengembangkan serta melestarikan al Qur’an di kalangan masyarakat.

 

 

Perpindahan beliau ini diikuti oleh 14 santri putra dan putri. Semua tinggal dalam satu rumah dengan Kiai. Pada mulanya dengan nama dan program ini pondok pesantren terkhusus bagi santri yang menghafal al Qur’an, namun dikemudian hari nama tahfidhil Qur’an tidak hanya khusus bagi santri tahfidh saja, karena dalam perkembangannya pondok pesantren juga mendirikan madrasah diniyah salafiyah yang diberi nama Madrasatul Qur’an Sirojul ‘Ulum atau lebih dikenal dengan istilah MAQSU. Sebelum berdiri madarasah tersebut, sebenarnya sudah ada pengajian kitab-kitab klasik/kitab kuning yang manggunakan sistem bandongan atau sorogan dikarenakan jumlah santri yang belum terlalu banyak.

 

Dalam menyikapi perkembangan zaman serta atas usulan dari wali santri dan alumni agar santri pondok pesantren tidak hanya menguasai ilmu keagamaan saja, namun juga dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan yang bersifat umum. Maka pada tahun 1989 didirikan Roudlotul Athfal (RA) Sirojul dan selanjutnya untuk melanjutkan jenjang pendidikan pada tahun 1991 didirikan Madrasah Ibtida’iyah (MI) Sirojul ‘Ulum.

 

Seiring dengan adanya berbagai lembaga yang telah berdiri dan belum ada wadah organisasi yang menyatukan, maka berdirilah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Ampel pada tahun 1997 bersamaan dengan berdirinya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Ampel yang telah berhasil meluluskan siswa pertamanya pada tahun 2000.

 

Pada tahun yang sama didirikan Madarasah Aliyah (MA) Sunan Ampel guna untuk menampung siswa/siswi lulusan MTs, yang pada saat itu  hanya membuka jurusan ilmu pengetahuan sosial. Hingga saat ini Madrasal Aliyah telah membuka tiga jurusan yaitu ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan jurusan agama (Ag).

 

Sedangkan jumlah santri Pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Sirojul ‘Ulum hingga saat ini sekitar 1.200 santri, jumlah alumni putra sekitar 795, alumni putri sekitar 784 dan alumni huffadh sekitar 152 yang berasal dari  berbagai daerah di seluruh Indonesia bahkan ada yang berasal dari Negeri Jiran Malaysia.

 

terdapat beberapa jenis pendidikan,

pertama pendidikan formal yang terdiri dari PAUD 8 siswa , RA 27 siswa, MI 301 siswa, MTs 837 siswa dan  MA 385 siswa. sedangkan pendidikan non formal terdiri dari:

  1. Pondok Pesantren Kanak-Kanak Putra
  2. Pondok Pesantren Kanak-Kanak Putri
  3. Pondok Pesantren Dewasa Putra
  4. Pondok Pesantren Dewasa Putri
  5. Madrasah Diniyah Salafiyah (MAQSU)
  6. Orientasi Kemasyarakatan
  7. Keorganisasian

 

Penulis: Sidul.

Editor : Imam Mubarok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *