by

Diklat Penyusunan Buku Ajar Madrasah Dan LKPD

Nukabkediri.or.id – Diklat penyusunan buku ajar madrasah dan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) dihelat pada hari Rabu, tanggal 23 Februari 2022.

Acara Spektakuler tersebuat adalah manisfestasi dan tindak lanjut dari MoU antara Fakultas Ushululuddin Adab dan Dakwah UIN SATU Tulungagung dengan PC Pergunu Kab. Kediri.

Agenda tersebut dihadiri oleh 175 peserta secara offline, bertempat di Aula MAS Al Fatah Badas Jalan Kunjang No. 10 Dsesa Badas Kecamtan Badas Kabupaten Kediri.

Peserta pelatihan berasal dari kalangan guru-guru NU di tiap jenjang madrasah Ibtidaiyah (MI) s.d Madrasah Aliyah (MA), di samping itu juga dihadiri oleh peserta dari kalangan umum yang notabene sebagai peminat pelatihan yang ada di wilayah Kabupaten Kediri. Diklat dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Untuk mensukseskan Kegiatan pelatihan tersebut, Dekan Fakultas Ushululuddin Adab dan Dakwah (Dr. H. A. Rizqon Khamami, Lc. M.A) menugaskan dua narasumber profesional di bidang penyusunan buku ajar madrasah dan LKPD.

Pertama, Dr Ahmad Nurcholis, SS., M.Pd (Kajur Adab) sebagai Narasumber-1 yang bertugas memberikan materi penyusunan buku ajar madrasah. Kedua, Dr. Budi Harianto, M.Fil.I (Sekjur Ushuluddin) sebagai Narasumber-2 yang bertugas memberikan materi penyusunan LKPD(Lembar Kerja Peserta Didik).

Kedua narasumber tersebut telah memiliki pengalaman luas di bidang literasi, khususnya karya-karya ilmiah yang telah dipublikasikan, berupa : (a) Buku ajar (b) Monograf (c) Antologi (d) Penelitian Pengabdian (e) Buku Dakwah (f) Artikel Kolaborasi yang terindeks Scopus dan Sinta-2, dll.

Sebelumnya, yakni pada tahun 2019, Dr. Ois memperoleh penghargaan dari Direktur KSKK Madrasah (Dr. H A. Umar, MA) sebagai penyusun dan penilai buku ajar Madrasah.

Diklat Penyusunan buku ajar madrasah dan LKPD ini bertujuan agar para Guru, khususnya guru-guru NU dapat membuat dan menulis buku ajar dan LKPD secara mandiri, dikarenakan para guru yang mulai resah sebab beberapa kali ada kasus SARA yang terdapat didalam buku ajar maupun soal ujian.

Kegiatan pelatihan ini sebenarnya sudah lama sekali dinantikan.  Ahmad Arif Musyafa’, M.Pd yang mengajar pada Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan UIN SATU Tulungagung yang dalam kegiatan ini, didaulat sebagai ketua penyelenggara  Diklat.

Ditambahkan  Ahmad Arif  menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan berasarkan MoU antara PC. Pergunu Kabupaten Kediri dengan UIN SATU Tulungagung telah lama direncanakan. Namun karena beberapa kali mengalami penundaan, dikarenakan adanya covid-19 yang terus mengalami peningkatan kasus yang memaksa panitia untuk menunda lagi kegiatan karena aturan PPKM.

Ketua Pengurus Cabang Pergunu Kab Kediri Syamsul Ma’arif, M. Pd. I mengutarakan bahwa tujuan adanya MOU dengan kampus yang dalam hal ini UIN SATU Tulungagung adalah pengutan kompetensi guru-guru NU dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sumber daya manusia terutama dalam hal penyusunan buku ajar dan LKPD. Tentu dengan adanya kegiatan pelatihan buku ajar madrasah dan LKPD seperti ini akan sangat bermanfaat sekali bagi semua kalangan guru terutama para guru NU yang mengajar ditiap jenjang madrasah, ujar Samsul.

Ditambahkan akan senantiasa mengawal pelatihan buku ajar ini hingga akhir dan mengharapkan tidak hanya sampai pelatihan saja, akan tetapi adanya hasil berupa buku ajar yang bermanfaat untuk anak didik di madrasah-madrasah NU.

Sekretaris PC. Pergunu Fajar Arifin S.Pd menegaskan bahwa dalam pelatihan buku ajar madrasah dan LKPD target yang ingin dicapai adalah terbitnya sebuah produk buku ajar dan LKPD ASWAJA Ahlussunnah Wal Jamaah mulai dari jenjang MI hingga Aliyah. Hal ini sangat penting karena, Aswaja merupakan mata pelajaran yang mengajarkan dan mengenalkan organisasi NU secara menyeluruh mulai dari tokoh-tokoh yang ada dalam NU serta struktur organisasi mulai tingkat terkecil yakni ranting hingga tingkat kepengurusan pusat yakni pengurus besar.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Lina Fauziah, S.Pd yang menjabat sebagai wakil ketua PC Pergunu Kab Kediri bahwa tentu keberlangsungan organisasi terbesar yang ada di Indonesia ini (Baca: Pergunu) diharapkan bisa terus eksis dalam mencetak guru NU yang Profesional danb Kompeten seiring dengan peningkatan pendidikan dan teknologi yang terus berkembang dengan cepat. Diharapkan melalui adanya pelatihan buku ajar madrasah dan LKPD ini apa yang menjadi keinginan dan target tersebut bisa dicapai dan bermanfaat untuk semua khususnya untuk warga nahdliyyin dimanapun berada.(ois-syafa)

Editor : Imam Mubarok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita