by

MATAN Kediri Raya Gelar Ngaji Budaya, Membuka Sejarah yang Terlupakan

Nukabkediri.or.id – Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) Kediri Raya  pada Kamis (22/4) menggelar kegiatan Ngaji Budaya sambil ngabuburit. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Magani Jl Ahmad Yani 64 Kranggan Gurah Kediri.

 

 

“MATAN Adalah organisasi thoriqoh kepemudaan yang menjadi sarana kawah candra dimuka dalam upaya mensinergikan kedalaman spiritual dan ketajaman intelektual dalam jiwa pemuda indonesia. Kegiatan ngaji budaya ini adalah salah satu wujud mensinergkan kedalaman spiritual dan ketajaaman intelektual,” kata Gus Izzat Sya’roni Ketua MATAN.

 

Kegiatan Ngaji Budaya menghadirkan pembicara utama Gus Imam Mubarok, Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur. Dan juga pemerhati budaya lainnya yang menjadi pendamping.

 

“Dalam berkebudayaan itu harus lembah manah , universal. Agar tidak memandang segala hal secara terkotak-kotak. Bagaimana pula kita harus mampu menterjemahkan kebudayaan kita yang beragam ini dalam kacamata generasi millenial sehingga akan lebih mudah dipahami,” kata Gus Imam Mubarok.

 

Ditambahkan ada tiga cara menghancurkan sebuah bangsa dengan budaya. Pertama adalah mengkaburkan sejarahnya, kedua menghapuskan sejarahnya dan ketiga memutus hubungan dengan nenek moyang.

 

“Saya mencontohkan keris , keris adalah warisan budaya yang adiluhung. Didalamnya banyak pelajaran yang bisa kita petik. Jangan hanya melihat keris dari sisi kleniknya saja, tapi ada yang lebih dari itu yakni makna filosofinya seperti pengakuan UNESCO atas keris pada 25 November 2005. Dan ini haru kita babar ( dipelajari,red) agar memberikan kemanfaatan yang lebih. Leluhur kita itu canggih, cuman kita saja yang masih melihat ini secara sempat,” pungkas Gus Barok yang juga Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri sekaligus Dosen Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti Kediri. (aro)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.