by

Ngaji Matan Abi Syuja’ (Matn al Ghoyah wa at Taqrib) 43

قال المؤلف رحمه الله
والصبحُ وأولُ وقتِها طلوعُ الفجرِ الثانى وءاخرُه فى الاختيارِ إلى الإسفار وفى الجوازِ إلى طلوعِ الشمس
“Dan Shubuh, awal waktunya adalah terbitnya fajar yang kedua dan akhir waktu ikhtiyarnya adalah sampai isfar dan waktu Jawaz sampai terbitnya matahari”

Penjelasan
5⃣ Shubuh
👆Disebut juga dengan shalat fajar sebagaimana disebutkan dalam hadits
♦️Awal waktunya adalah terbitnya fajar yang kedua
👆Dengan habisnya waktu shalat Isya’ maka langsung masuk waktu Shubuh, tanpa ada pemisah antara waktu Isya’ dan Shubuh.
👆Maksud dari fajar yang kedua adalah fajar shodiq, yaitu cahaya putih yang melintang di ufuq timur, pada awal kemunculannya sangat tipis dan bercampur dengan kemerahan yang tipis dan pada akhirnya warna kemerahannya semakin kuat.
👆Fajar pertama disebut fajar kadzib, yaitu cahaya putih yang berbentuk vertikal, memanjang ke atas seperti ekor serigala, terlihat sebentar kemudian hilang dan diiringi dengan kegelapan.
♦️Waktu Shubuh dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1⃣ Waktu fadlilah, yaitu pada awal waktu
2⃣ Waktu Ikhtiar, yaitu diakhirkan sampai isfar (menyebarnya cahaya, sekira ketika seseorang berada dijarak sekitar 100 hasta dia dapat melihat dan mengenalinya)
3⃣ Al Karahah, yaitu mengakhirkan shalat Shubuh sampai warna merahnya menjadi sangat merah.
4⃣ Waktu idrak adalah waktu yang mencukupi untuk shalat satu rekaat pada akhir waktu Shubuh
5⃣Waktu hurmah, yaitu waktu yang tidak mencukupi untuk shalat satu rekaat.
♦️Shalat Shubuh berakhir sampai matahari terbit
👆Yakni ketika munculnya bagian dari lingkaran matahari, tidak harus seluruh lingkaran matahari.
👆Yakni terlihatnya bagian lingkaran matahari bagi seseorang yang berada di tanah yang datar

والله أعلم بالصواب
#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
t.me/KitabMatanAbuSyuja
t.me/ldnupckediri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita