by

Ngaji Matan Abi Syuja’ (Matn al Ghoyah wa at Taqrib) 42

قال المؤلف رحمه الله:
والمغربُ ووقُتها واحدٌ وهو غروبُ الشمسِ وبمقدار ما يؤذِن ويتوضأُ ويسترُ العورةَ ويقيمُ الصلاةَ ويصلى خمسَ ركعات. والعشاء وأولُ وقتِها اذا غاب الشفقُ الأحمرُ وءاخرُه فى الاختيار إلى ثلثِ الليل وفى الجوازِ إلى طلوعِ الفجر الثانى .

Dan maghrib waktunya satu yaitu tenggelamnya matahari dan dengan ukuran seseorang adzan, wudlu, menutup aurat, melaksanakan shalat dan shalat lima rekaat. Isya’, awal waktunya ketika mega merah telah hilang dan akhir waktu ikhtiar sampai sepertiga malam dan untuk waktu Jawaz sampai terbit fajar yang kedua”

Penjelasan**
3⃣ Maghrib
♦️Waktu maghrib hanya satu
👆Maksudnya tidak terbagi menjadi waktu fadlilah, waktu ikhtiar dan waktu jawaz
👆Yaitu tenggelamnya seluruh bulatan matahari, waktu tersebut berjalan kira-kira cukup untuk adzan, iqamah, menutup aurat dan shalat lima rekaat.
👆Jika waktu ini telah habis maka habis juga waktu maghrib
♦️Waktu maghrib yang disebutkan oleh al Qadli Abu Syuja’ dalam kitab ini adalah pendapat yang lemah dalam madzhab Syafi’i.
👆Al Imam as Syafi’iy memiliki dua Qoul (pendapat). Qoul qodim menyatakan bahwa waktu maghrib sampai hilangnya mega merah, sedangkan Qoul jadid seperti yang disebutkan dalam kitab ini.
👆Para ulama madzhab Syafi’i dalam masalah ini mengikuti madzhab qadim al Imam as Syafi’iy, karena Qoul qadim dianggap yang lebih sesuai dengan dalil.
👆Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
وقتُ المغرب ما لم يَغِبِ الشفق”
” Waktu maghrib selama belum hilang mega (merah)” HR Muslim
👆Apabila seseorang berada di daerah yang di situ ada gunung dan semacamnya, maka dia melihat ke puncak gunung, jika cahayanya belum hilang maka waktu maghrib belum masuk
4⃣ Isya’
♦️Awal waktu Isya’ adalah ketika mega merah telah hilang
👆Artinya begitu habis waktu maghrib langsung masuk waktu Isya’.
👆Ini pendapat yang mu’tamad dalam madzhab Syafi’i berdasarkan Qoul qodim. Sedangkan dalam Qoul jadid ada pemisah waktu antara waktu maghrib dan Isya’. Artinya ada waktu yang bukan waktu maghrib dan bukan waktu Isya’.
♦️Waktu Isya’ terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1⃣ Waktu fadlilah, yaitu pada awal waktu
2⃣ Waktu ikhtiar, yaitu sampai sepertiga malam
3⃣ Waktu Jawaz sampai terbit fajar kadzib.
4⃣Waktu karohah, yaitu waktu dia antara fajar kadzib dan fajar shodiq.
5⃣ Waktu Hurmah, yaitu waktu yang tidak mencukupi untuk shalat satu rekaat.

✅Waktu Idrak (ada’), yaitu waktu yang mencukupi untuk shalat satu rekaat dalam akhir waktu shalat.

✅Waktu Udzur, yaitu waktu maghrib yang dilakukan di situ shalat Isya’ karena dijama’ taqdim dengan shalat maghrib.

والله أعلم بالصواب
#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
t.me/KitabMatanAbuSyuja
t.me/ldnupckediri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita