Ngaji Matan Abi Syuja’ (Matn al Ghoyah wa at Taqrib) 31

قال المؤلف رحمه الله تعالى
والحيوان كله طاهر الا الكلب والخنزير وما تولد منهما أو من أحدهما والميتة كلها نجسة الا السمك والجراد والادمي
Binatang seluruhnya suci kecuali anjing dan babi dan yang terlahir dari keduanya atau dari salah satu keduanya. Bangkai seluruhnya najis kecuali bangkai ikan, belalang dan manusia.

*Penjelasan*
✅ Binatang seluruhnya suci kecuali anjing dan babi dan yang terlahir dari keduanya atau dari salah satu keduanya
👆Yakni jika binatang tersebut masih hidup
♦️Kaidah:
1⃣ Bagian yang terpisah dari binatang yang masih hidup hukumnya seperti bangkainya hayawan tersebut
👆Misalnya kaki yang terpotong dari kambing yang masih hidup maka hukumnya najis, karena bangkai kambing itu najis.
👆Kaki yang terpotong dari manusia yang masih hidup hukumnya suci, karena ketika mati manusia itu jasadnya suci.
2⃣ Rambut atau bulu yang terpisah dari badan binatang yang boleh dimakan hukumnya suci, seperti buku kambing, sapi dan seterusnya
3⃣ Rambut atau bulu yang terpisah dari badan binatang yang tidak boleh dimakan hukumnya najis, seperti bulu kucing yang lepas dari badannya.
4⃣ Susu binatang yang tidak boleh dimakan hukumnya najis kecuali susu manusia.
👆Sedangkan susu binatang yang boleh dimakan seperti susu sapi, susu kambing maka hukumnya suci.
✔️Dalam madzhab Syafi’i, kuda boleh dimakan, sehingga susu kuda hukumnya suci.
✅ Bangkai seluruhnya najis kecuali bangkai ikan, belalang dan manusia
👆Bangkai adalah setiap binatang yang mati tanpa penyembelihan yang sesuai dengan syara’
👆Bangkai ikan dan belalang tidak najis dan halal dimakan berdasarkan hadits:
أُحِلَّتْ لَكُمْ مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ
“Telah dihalalkan buat kalian dua jenis bangkai dan dua jenis darah, dua jenis bangkai adalah; bangkai ikan dan bangkai belalang, sedangkan dua jenis darah adalah darah hati dan limpa.” HR Ibnu Majah
♦️Badan manusia itu suci, baik ketika masih hidup maupun ketika telah meninggal dunia.
👆Adapun firman Allah ta’ala yang menjelaskan bahwa orang-orang musyrik itu najis maksudnya adalah aqidahnya yang najis, yakni batil, bukan badan mereka yang najis.
♦️Perempuan yang haidl juga suci badannya, sehingga boleh baginya untuk memasak, mencuci pakaian dan aktifitas lainnya, yang najis dari perempuan yang haidl hanya bagian yang terkena darah.
👆Dalam hadits disebutkan:
بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ نَاوِلِينِي الثَّوْبَ فَقَالَتْ إِنِّي حَائِضٌ فَقَالَ إِنَّ حَيْضَتَكِ لَيْسَتْ فِي يَدِكِ فَنَاوَلَتْهُ
“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di masjid, beliau bersabda; “Wahai Aisyah, ambilkan baju untukku.” Aisyah menyahut; ‘aku sedang haid.’ Beliau menjawab: ” Haidmu bukan di tanganmu.” Kemudian Aisyah mengambilnya” HR Muslim
❌Salah satu golongan Yahudi yang disebut dengan as Samirah meyakini bahwa perempuan pada waktu haidl hukumnya najis, maka tidak boleh memasak, mencuci, disentuh dan lainnya.

والله أعلم بالصواب
#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
t.me/KitabMatanAbuSyuja
t.me/ldnupckediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *