by

Ngaji Matan Abi Syuja’ 5-4

قال المؤلف رحمه الله تعالى:

كِتابُ الطَّهارة
المياهُ التي يَجُوزُ التَّطهيرُ بها سَبعُ مِياهٍ : ماءُ السَّماءِ وماءُ البَحرِ وماءُ النَّهرِ وماءُ البِئرِ وماءُ العَينِ وماءُ الثَّلجِ وماءُ البَرَدِ.
ثُمَّ المِياهُ على أربَعَةِ أقسامٍ:
١- طاهِرٌ مُطَهِّرٌ غَيرُ مَكروهٍ وهُوَ الماءُ المُطلَقُ
٢- وطاهِرٌ مُطَهِّرٌ مكروهٌ وهوَ المَاءُ المُشَمَّسُ
٣- وطاهِرٌ غيرُ مُطَهِّرٍ وهُوَ الماءُ المُستَعمَلُ والمُتَغَيِّرُ بما خالطَهُ مِنَ الطَّاهِراتِ
٤- وماءٌ نَجِسٌ وهو الذي حَلَّتْ فيهِ نَجاسَةٌ وهو دونَ القُلَّتَينِ أو كان قُلَّتَينِ فَتَغَيَّرَ، والقُلَّتانِ خمسُمائةِ رِطلٍ بَغداديٍّ تقريبًا في الأصَحِّ.

“(macam-macam) air yang dapat digunakan untuk bersuci ada tujuh; air langit (hujan), air laut, air sungai, air sumur, air sumber, air (yang mencari dari) salju, air (yang mencari dari) hujan es. Kemudian (hukumnya) air terbagi atas empat bagian; air yang suci mensucikan yang tidak makruh (digunakan) yaitu air yang muthlaq, air yang suci mensucikan yang makruh (digunakan) yaitu air musyammasy, air suci yang tidak mensucikan yaitu air musta’mal dan air yang berubah disebabkan kecampuran susuatu yang suci, air yang najis yaitu air kurang dari dua qullah yang terkena najis atau air dua qullah yang berubah disebabkan sesuatu yang najis. Air dua qullah (ukurannya) 500 kati Baghdad menurut pendapat yang paling kuat.”

Penjelasan
✅ Air dari segi hukum penggunaannya terbagi menjadi empat:

3️⃣ Air yang suci dan tidak mensucikan yaitu air musta’mal dan air yang berubah sebab kecampuran benda suci.

a. Air Musta’mal
👍 Air musta’mal adalah air yang telah digunakan untuk menghilangkan hadats atau najis.
📍Syarat air sisa basuhan najis tersebut dihukumi suci tapi tidak mensucikan adalah:
▪️ Airnya kurang dari dua qullah
☝️Jika airnya dua qullah atau lebih maka hukumnya suci dan mensucikan, selama tidak berubah disebabkan najis.
▪️ Airnya tidak bertambah kadarnya dengan mengira-ngirakan sisa air yang ada pada tempat yang dibasuh.
☝️Jika kadar airnya bertambah maka hukum air tersebut najis
▪️ Sifat airnya tidak berubah
☝️Jika sifatnya berubah seperti warnanya, baunya atau rasanya berubah maka hukum air tersebut menjadi najis.
▪️ Tempat yang dibasuh dihukumi suci.
☝️Jika tempat yang dibasuh masih dihukumi najis maka air tersebut juga hukumnya najis.

b. air yang berubah sebab kecampuran benda suci

✔️Syarat air yang tercampuri benda suci dihukumi suci tapi tidak mensucikan adalah:
▪️Perubahannya banyak meskipun pada salah satu sifatnya dengan sekira tidak lagi disebut air muthlaq.
☝️Jika perubahannya hanya sedikit dengan sekira masih disebut air muthlaq maka tetap dihukumi suci dan mensucikan.
▪️Benda yang mencampuri air tersebut suci
☝️Jika yang mencampuri air tersebut adalah benda najis maka air dihukumi najis meskipun perubahannya sedikit.
▪️Benda suci tersebut mencampuri air. Benda yang mencampuri (mukhalith) air adalah sesuatu yang tidak tampak terpisah dari air dalam pandangan mata seperti gula, susu dan kopi.
☝️ Jika benda suci tersebut tidak mencapuri air tetapi hanya berdampingan (mujawir) dengan air saja maka air tersebut tetap dihukumi suci mensucikan meskipun perubahannya nampak.
▪️Benda suci tersebut dapat dihindarkan dari air.
☝️Jika air berubah karena sesuatu yang sulit menjaga air darinya maka hukumnya tetap suci dan mensucikan seperti berubahnya air karena sesuatu yang ada di tempat menetapnya atau tempat mengalirnya air tersebut.

Catatan
♦️Jika air tercampuri oleh benda suci yang sama sifat-sifatnya dengan air tersebut maka harus dikira-kirakan dengan sesuatu yang sifatnya sedang seperti perasan anggur pada sifat warna, buah delima pada sifat rasa dan kemenyan arab jantan pada sifat bau.
♦️Jika air tercampuri oleh benda najis yang sama sifat-sifatnya dengan air tersebut maka harus dikira-kirakan dengan sesuatu yang sifatnya berat seperti tinta pada sifat warna, cuka pada sifat rasa dan minyak misik pada sifat bau.

4️⃣ Air yang najis adalah air yang terkena benda najis yang tidak dimaafkan.
▪️ Jika air tersebut kurang dari dua qullah maka hukumnya najis meskipun tidak berubah.

Cara mensucikannya adalah dengan ditambah air hingga mencapai dua qullah dan tidak terdapat perubahan disebabkan najis pada semua sifat-sifatnya air.
▪️Jika air tersebut dua qulah atau lebih maka hukumnya tidak najis selama tidak berubah disebabkan najis meskipun perubahannya hanya sedikit.
👆🏻Cara mesucikannya adalah dengan didiamkan hingga perubahan yang disebabkan najis tersebut hilang.

✅ Air dua qullah ukurannya 500 kati Baghdad menurut pendapat yang paling kuat.
☝️Air dua qullah pada tempat yang berbentuk kubus ukuran panjang, lebar dan kedalamannya adalah 1,25 hasta atau 57,5 cm.
☝️Air dua qullah pada tempat yang berbentuk tabung ukuran kedalamannya 2,5 hasta atau 115 cm dan diameternya 1 hasta atau 46 cm.

والله أعلم بالصواب
#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
https://t.me/KitabMatanAbuSyuja

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita