by

Inklusif Pemikiran dan Akhlak Santri di Era Sekarang

-opini-10 Views

nukabkediri.or.id – Santri di era modern tentu banyak mencuri perhatian publik. Saat ini,santri berkiprah bukan hanya prestasi dalam bidang spiritualnya saja, namun juga akademik dan non akademik. Para santri mampu mendongkrak konstribusi mereka terutama untuk kemajuan bangsa. Namun, tanpa kita sadari tidak sedikit dari beberapa orang di Indonesia yang masih memandang sebelah mata mengenai kehidupan sehari-hari seorang santri yang lebih dikenang hanya menghadap kajian agama saja.
Jika kita tela’ah lebih dalam lagi, santri zaman sekarang (now) dan zaman dahulu (old) sudah mengalami banyak perbedaan baik dalam hal pemikiran, gaya hidup, makanan, minuman, dan masih banyak lagi.

Memang tak bisa dipungkiri, kini santri juga tak bisa dikatakan manusia yang ketinggalan zaman.
Dikarenakan sudah banyak sekali pondok pesantren yang memakai sistem semi modern, yang mana di dalamnya sudah terfasilitasi dengan alat-alat elektronik yang menunjang pembelajaran dan sekaligus menjadi hiburan bagi para santri, baik untuk pembelajaran secara akademik maupun non akademik.
Disamping itu, ada juga ekstrakurikuler yang tak kalah pentingnya untuk mendukung bakat-bakat terpendam yang dimiliki pribadi santri. Mulai dari ekstrakurikuler yang bersifat seni, maupun keagamaan.
Tak hanya itu, kini santri dapat berlomba-lomba untuk menunjukkan keahlian mereka dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan. Bahkan sudah banyak dijumpai santri-santri yang juga ahli dalam dunia politik, debat, karya tulis ilmiah, pidato berbagai bahasa.
Hal tersebut menunjukkan bahwa di zaman millenial ini, seorang santri dituntut untuk mampu dalam segala bidang. Meskipun begitu, ciri khas yang dimiliki santri yaitu tidak lupa untuk selalu berdo’a dan istiqomah dalam melaksanakan ibadah,tak jarang banyak juga yabg melestarikan tirakat. Seperti puasa senin-kamis, sholat tahajjud, sholat dhuha, sholat rawatib. Setiap hari para santri juga selalu memegang teguh dengan akhlakul karimahnya, karena mereka tau bahwa “al adabu fauqol ‘ilmi” adab itu diatas ilmu. Maksudnya sia-sia bagi mereka yang berilmu akan tetapi tidak ber akhlak dengan baik.
Oleh karena itu, pentingnya akhlak bagi santri bukan sekedar sebuah pion seorang santri, tetapi akhlak juga di perlukan sebagai penyeimbang pemikiran-pemikiran yang moderat dan terbuka seorang serta agar mampu bersanding dengan kehidupan modern saat ini, dan sebagai pondasi kokoh keimanan seorang santri yang akan atau sudah terjun ke masyarakat dan dunia kerja.
Selain itu, dengan adanya penyeimbang antara Inklusif pemikiran dan akhlak santri di zaman modern ini dapat membuka pemikiran masyarakat awam terhadap santri, bahwa santri sekarang bukan juga mampu bersaing di kancah dunia, tetapi yang tidak kalah penting tetap mempertahankan prinsip, nilai dan norma agama. (ila)

Penulis: laila rizki amaliah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita