by

MWC NU Badas Gelar Kajian Virtual Aswaja Melalui NU Badas TV

-Warta MWC-13 Views

Nukabkediri.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama MWC NU Kecamatan Badas Kabupaten Kediri menggelar Kajian Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah (KISWAH) secara virtual dengan menggunakan laman Youtube pada Ahad,25 Juli 2021.

 

 

Kegiatan tersebut di isi oleh KH. Miftah Badri selaku Rois Suriyah MWC NU Kecamatan Badas Kabupaten Kediri di Masjid Roudhotul Muta’alimin Desa Canggu

 

 

Dengan mengangkat tema Kontroversi Devinisi Bid’ah.  Kiai Haji Miftah mengajak masyarakat selektif dan kritis terkait datangnya ulama abad 20. “Banyak ulama muta’akhirin abad 20 an ada yang mengusik pendapat ulama terdahulu ,” ungkapnya

 

zaman dahulu seperti para sahabat ,salafus sholih hingga kiai sering berdebat terkait bidah baik yang hasanah maupun  dholalah

 

Terdapat kontra dari ulama kontroporer abat 20 yang mengatakan semua bidah adalah sesat. Padahal zaman sahabat hingga sekarang prilaku bidah sering dilakukan.

 

Menurut Imam Nawawi sesungguhnya sesuatu yang baru tanpa contoh ada dua macam.

Perkara yang diperbarui tanpa contoh yang tidak ada dalil dari syariah inilah bidah tercela dan kedua sesuatu yang baru dianalogikan kepada yang lain tetapi sudah pernah ada dan ini bukan bidah yang tercela.

 

Selain itu ada penguat Hadis Muslim No 1017 yang artinya barang siapa membuat sunnah (tradisi) dengan sunnah yang bagus dan banyak orang lain mengamalkan. Maka orang yang kreatif itu akan mendapatkan pahala dari banyak orang yang akan mengamalkan.

 

“Maka jika terjadi kontroversi,yang jelas ulama’ terdahulu atau salafus sholih seperti Imam Syafi’i dan Imam Nawawi mengatakan tidak semua bidah sesat” pungkasnya. (dul)

 

Penulis : Abdullah

Editor : Imam Mubarok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Umpan Berita